Para astrofisikawan sebelumnya meyakini bahwa Venus hanya memiliki gunung api yang telah mati selama jutaan tahun. Namun, riset terbaru memunculkan perdebatan bahwa saudara "perempuan" Bumi itu juga memiliki gunung aktif seperti Krakatau ataupun Merapi.
Bukti yang mengarah pada vulkanisme di Venus didapatkan dari pengamatan Venus Express, wahana antariksa yang mengorbit planet kedua terdekat dari Matahari itu sejak 2006. Hasil pengamatan wahana tersebut, yang telah dianalisis oleh ilmuwan, dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience, Senin (3/12/2012).
Venus Express mendapati adanya gas sulfur dioksida (SO2), gas yang dihasilkan oleh gunung api aktif di Bumi, sesaat setelah kedatangannya di Venus 6 tahun lalu. Konsentrasi SO2 kemudian turun setelah beberapa saat, dan kini 10 kali lebih rendah dari tahun 2006.
"Jika Anda melihat adanya kenaikan konsentrasi sulfur dioksida di atmosfer, Anda tahu bahwa sesuatu telah membawanya ke atas, sebab molekul individual SO2 akan terdegradasi oleh sinar Matahari setelah beberapa hari," kata Emanuel Marq dari European Space Agency, seperti dikutip AFP, Senin.
Wahana milik badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sebelumnya, Pioneer Venus, pada tahun 1980-an juga mendeteksi adanya kenaikan konsentrasi SO2 di Venus. Wahana itu menjalankan misinya pada tahun 1978-1992.
SAINS TERBARU
Senin, 03 Desember 2012
Rabu, 07 November 2012
Paus Terlangka Menampakkan Diri untuk Pertama Kali
UCKLAND, KOMPAS.com — Paus paling langka di dunia menampakkan diri untuk pertama kali di pantai wilayah Selandia Baru. Sayangnya, paus itu tampak dalam bentuk bangkai.
Dua paus yang menampakkan diri merupakan ibu dan anak. Keduanya ditemukan mati terdampar di Opape Beach di North Island, Selandia Baru, pada Desember 2010. Sang ibu berukuran 5,3 meter, sementara anaknya berukuran 3,5 meter.
Dua paus yang menampakkan diri merupakan ibu dan anak. Keduanya ditemukan mati terdampar di Opape Beach di North Island, Selandia Baru, pada Desember 2010. Sang ibu berukuran 5,3 meter, sementara anaknya berukuran 3,5 meter.
Planet Krypton Rumah Superman "Ditemukan"
Komik Superman menceritakan bahwa superhero itu lahir di Planet Krypton. Karena planet akan mengalami kehancuran, ayah Superman bernama Jor-El mengirimkannya ke Bumi. Sepasang suami istri kemudian membesarkannya sebagai Clark Kent.
Hadir selama puluhan tahun, beragam versi cerita Superman belum pernah sama sekali menyinggung letak Planet Krypton. Action Comic Superman #14 berjudul Star Light Star Bright yang terbit pada Rabu (7/11/2012) hari ini di Amerika Serikat akan menjadi buku pertama yang menguaknya.
Cerita terbaru tentang Superman itu mengisahkan kerinduan sang superhero akan rumahnya serta keinginan untuk mencarinya. Komik menceritakan, Superman datang ke planetarium setiap 382 hari, waktu yang menunjukkan periode Planet Krypton.
Kisah tentang Superman dan Planet Krypton memang fiktif belaka. Namun, komik kali ini menjadi hidup sebab mengikutsertakan astronomi untuk mengetahui letak Krypton. Astrofisikawan Hayden Planetarium, Neil deGrasse Tyson, "menemukan" letak Krypton di semesta.
Hadir selama puluhan tahun, beragam versi cerita Superman belum pernah sama sekali menyinggung letak Planet Krypton. Action Comic Superman #14 berjudul Star Light Star Bright yang terbit pada Rabu (7/11/2012) hari ini di Amerika Serikat akan menjadi buku pertama yang menguaknya.
Cerita terbaru tentang Superman itu mengisahkan kerinduan sang superhero akan rumahnya serta keinginan untuk mencarinya. Komik menceritakan, Superman datang ke planetarium setiap 382 hari, waktu yang menunjukkan periode Planet Krypton.
Kisah tentang Superman dan Planet Krypton memang fiktif belaka. Namun, komik kali ini menjadi hidup sebab mengikutsertakan astronomi untuk mengetahui letak Krypton. Astrofisikawan Hayden Planetarium, Neil deGrasse Tyson, "menemukan" letak Krypton di semesta.
Langganan:
Postingan (Atom)